KEISLAMAN

Rumah Tangga yang Terikat Perjanjian dalam Nikah, Bagaimana Hukumnya?

Perjanjian Nikah

Perjanjian dalam nikah – Zaid dan Zainab sepasang kekasih yang ingin melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan terkendala dengan persyaratan orang tua Zainab. Yaitu selain Zaid harus mampu mencukupi kebutuhan Zainab dan Zaid pula harus sudah memiliki rumah sendiri dalam kurun waktu 3 tahun. Jika tidak, Maka Zaid harus menceraikan istrinya.

Karena kadung rasa cinta yang mendalam akhirnya Zaid pun menyetujui perjanjian tersebut, namun kenyataannya setelah menikah mereka berumur 3 tahun, Zaid tak kunjung mempunyai rumah sendiri. Sementara, hubungan rumah tangga Zaid dan Zainab ini sudah berjalan lama dan baik-baik saja.

Oleh sebab perjanjian awal bersama orang tua Zainab, maka timbul lah pertanyaan sebagai berikut.

Pertanyaan:

Appakah persyaratan yang diajukan orang tua Zainab mampu mempengaruhi pernikahan mereka? dan bagaimana konsekuensinya jika tidak dipenuhi?

Jawaban:

Tidak berkonsekuensi cerai, jika persyaratan tersebut diajukan sebelum mereka menikah. Sebab kalimat cerai disyaratkan harus muncul dari orang yang sudah berstatus suami istri. Hal ini berdasarkan hadits:

 

لاَ طَلاَقَ قَبْلَ نِكاَحٍ وَلاَ عِتْقَ قَبْلَ مِلْكٍ. رواه ابن ماجه

“Tidak sah talak sebelum menikah. Dan tidak ada memerdekakan (budak) sebelum memilikinya(nya).” (HR. Ibnu Majah)

Referensi:

المذهب في فقه الإمام الشافعي (٧٧/٢) طه فوترا
يصح الطلاق من كل زوج بالغ عاقل مختار، فأما غير الزوج فلا يصح طلاقه، وإن قال: إذا تزوجت امرأة فهي طالق لم يصح لما روى المسور بن مخرمة أن النبي صلى الله عليه وسلم قال { لاَ طَلاَقَ قَبْلَ نِكاَحٍ وَلاَ عِتْقَ قَبْلَ مِلْكٍ }.

المذهب في فقه الإمام الشافعي (٧٧/٢) طه فوترا
إذا علق الطلاق بشرط لا يستحيل كدخول الدار ومجيء الشهر تعلق به، فإذا وجد الشرط وقع، إذا لم يوجد لم يقع لما روي أن النبي صلى الله عليه وسلم قال {المُؤْمِنُوْنَ عِنْدَ شُرُوْطِهِمْ} ولأن الطلاق كالعتق لأن لكل واحد منهما قوة وسراية، ثم العتق إذا علق على شرط وقع بوجوده ولم يقع قبل وجوده فكذلك الطلاق.

Perjanjian dalam nikah – Kejadian seperti ini bisa saja terjadi dikarenakan oleh berbagai macam alasan. Hal yang paling sering terjadi adalah permasalahan ekonomi. Namun, di dalam sebuah pernikahan setiap permasalahan pasti selalu ada. Jadi, alangkah lebih baiknya dimusyawarahkan demi kebersamaan untuk mencari jalan keluar yang sepakat.

Baca juga: Hukum izin istri dalam berpoligami

0

Comments (1)

  1. […] Rumah Tangga yang Terikat Perjanjian dalam Nikah, Bagaimana Hukumnya? 6 Maret 2020 […]

Comment here

%d blogger menyukai ini: